Ketika kau menilai orang lain munafik, sebenarnya kau juga.
Ketika kau menilai orang lain sok suci, sebenarnya kau juga.
Ketika kau menilai orang lain sok pintar, sebenarnya kau juga.
Ketika kau menilai orang lain sok bersih, sebenarnya kau juga.
Kau harus sadar bahwa saat ini kau masih bisa tegak di hadapan manusia karena Allah masih menutupi semua aibmu. Hanya itu. Tidak lebih.
By Dendi Irfan
Tampilkan postingan dengan label Kalimat Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimat Motivasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 September 2014
Kamis, 04 September 2014
Ujian Amal Baik
Banyak manusia yang sadar atas fitnah atau ujian, hanya dari
bentuk perbuatan dosa. Akan tetapi, tidak banyak manusia yang menyadari bahwa
fitnah atau ujian juga banyak berbentuk perbuatan baik.
Manusia lebih mampu hati-hati dari perbuatan dosa, namun
manusia sering tidak hati-hati dari perbuatan baik. Hanya orang-orang yang
hatinya bersihlah yang mampu melihat ujian dari setiap amal baik yang
dilakukan.
#Renungan dari al-Muhasibi, Adab an-Nufus
Rabu, 03 September 2014
Perbuatan Buruk, Tinggalkan!
Lebih utama bagi seseorang untuk meninggalkan perbuatan
buruknya, sebelum ia mengejar untuk berbuat baik. Karena, sulit baginya untuk
melakukan kebaikan selama kebiasaan buruknya masih menyertai.
#Renungan dari al-Muhasibi, Adab an-Nufus.
Jumat, 09 Mei 2014
Tak Perlu Mengkhawatirkan Rezeki
Jangan mengkhawatirkan rezekimu karena ia sudah ditetapkan oleh Yang Kuasa sejak kau diciptakan.
Rezeki akan selalu ada selama kau masih hidup di dunia ini.
Rezeki baru akan hilang saat kau sudah meninggalkan dunia ini.
Jadi, jangan kau cemaskan dengan pemecatan kerja, perniagaan yang gagal. Jangan kau beranggapan bahwa rezekimu tertutup. Ingatlah bahwa ia selalu menyertaimu selama kau hidup. Lekaslah segera kau bangkit. Jemput rezekimu di medan kehidupan yang lain; apakah pekerjaan baru, usaha baru, atau kesempatan-kesempatan baru.
Tetap tersenyumlah karena rezekimu sudah ada di sana, ia sedang menunggumu.
By: Dendi Irfan
Rezeki akan selalu ada selama kau masih hidup di dunia ini.
Rezeki baru akan hilang saat kau sudah meninggalkan dunia ini.
Jadi, jangan kau cemaskan dengan pemecatan kerja, perniagaan yang gagal. Jangan kau beranggapan bahwa rezekimu tertutup. Ingatlah bahwa ia selalu menyertaimu selama kau hidup. Lekaslah segera kau bangkit. Jemput rezekimu di medan kehidupan yang lain; apakah pekerjaan baru, usaha baru, atau kesempatan-kesempatan baru.
Tetap tersenyumlah karena rezekimu sudah ada di sana, ia sedang menunggumu.
By: Dendi Irfan
Senin, 25 Maret 2013
Jangan Berputus Asa
Orang yang berputus asa melupakan kenikmatan yang dulu pernah ia nikmati. Juga melupakan bahwa setelah kesulitan ini akan datang kemudahan.
Orang yang berputus asa merasa bahwa kesulitan itu datang pada dirinya untuk selamanya, padahal tidak. Ingatlah bahwa setelah kesulitan itu akan ada kemudahan. Begitu janji Allah di dalam Al-Qur'an.
Hanya orang-orang yang tidak berimanlah yang berputus asa dari rahmat Allah.
Jadi, tetaplah berharap dan yakinlah bahwa pertolongan Allah itu pasti datang.
Tetaplah berkerja dan berkarya.
Teruslah shalat, berdoa, bersabar, dan ikhlas.
Tidak ada badai yang datang terus-menurus. Tidak ada hujan besar yang turun tak pernah henti. Semua pasti ada masanya untuk berhenti. Begitu juga dengan kesulitan kita. Dia akan berhenti. Lihatlah nanti, kita pasti akan tersenyum jika kita mengingat kejadian hari ini saat kita menghadapi masa-masa sulit.
Jadi, tersenyumlah dan ikhlas.
By Dendi Irfan
Orang yang berputus asa merasa bahwa kesulitan itu datang pada dirinya untuk selamanya, padahal tidak. Ingatlah bahwa setelah kesulitan itu akan ada kemudahan. Begitu janji Allah di dalam Al-Qur'an.
Hanya orang-orang yang tidak berimanlah yang berputus asa dari rahmat Allah.
Jadi, tetaplah berharap dan yakinlah bahwa pertolongan Allah itu pasti datang.
Tetaplah berkerja dan berkarya.
Teruslah shalat, berdoa, bersabar, dan ikhlas.
Tidak ada badai yang datang terus-menurus. Tidak ada hujan besar yang turun tak pernah henti. Semua pasti ada masanya untuk berhenti. Begitu juga dengan kesulitan kita. Dia akan berhenti. Lihatlah nanti, kita pasti akan tersenyum jika kita mengingat kejadian hari ini saat kita menghadapi masa-masa sulit.
Jadi, tersenyumlah dan ikhlas.
By Dendi Irfan
Senin, 13 Desember 2010
Bukan Biasa-Biasa Saja
Kondisi yang "biasa-biasa" saja bukanlah suatu kehidupan yang layak Anda jalani.
Disarikan dari buku The Achiever by Haryanto Kandani.
Disarikan dari buku The Achiever by Haryanto Kandani.
Kamis, 09 Desember 2010
Mimpi--Doa--Semangat
Kuatkan mimpi dalam doa dan jadikan ia sebagai bahan bakar semangat yang tak pernah padam dalam merealisasikan kebahagiaan hidup yang ingin Anda raih.
by Dendi Irfan
by Dendi Irfan
Kunci Sukses: Memberi Manfaat
Kesuksesan kita sangat bergantung pada sejauhmana kita bermanfaat untuk orang lain. AYO BEKERJA!
by Dendi Irfan
by Dendi Irfan
Selasa, 30 November 2010
Anda Seorang yang Mulia
Anda itu orang yang mulia maka lakukan setiap pekerjaan Anda dengan mulia. Anda itu orang yang berharga maka janganlah melakukan pekerjaan yang merendahkan martabat Anda. Anda itu orang yang spesial maka lakukanlah semuanya dengan spesial yang membuat Anda istimewa dari kebanyakan orang.
By Dendi Irfan
By Dendi Irfan
Hari yang Cerah
Hari yang CERAH diawali dengan hati yang CERAH. Setiap hari selalu baru.
By Dendi Irfan
By Dendi Irfan
Kamis, 28 Oktober 2010
Contoh Menyesatkan atau Teladan Kebaikan?
Akhlak yang buruk adalah contoh yang menyesatkan. Akhlak yang baik adalah teladan dalam kebaikan. Terserah kepada Anda memilih yang mana; menjadi orang yang menyesatkan atau teladan dalam kebaikan bagi orang-orang di sekitar Anda!
By
Dendi Irfan
By
Dendi Irfan
Selasa, 26 Januari 2010
Senin, 09 November 2009
Masa Depan yang Gelap
Apa yang terjadi di masa depan bagi kita adalah "gelap" sehingga kita tidak perlu merisaukannya.
Yang perlu kita risaukan adalah keadaan hari ini, saat ini, dan detik ini. Inilah yang "terang" bagi kita.
Apa yang kita lakukan hari ini, itulah yang akan kita petik di masa depan.
By Dendi Irfan
Yang perlu kita risaukan adalah keadaan hari ini, saat ini, dan detik ini. Inilah yang "terang" bagi kita.
Apa yang kita lakukan hari ini, itulah yang akan kita petik di masa depan.
By Dendi Irfan
Kamis, 29 Oktober 2009
MEMINTALAH!!
Anda menginginkan sesuatu? Anda ingin mendapatkan solusi? Anda ingin tambah penghasilan? Caranya mudah, MEMINTALAH!!!
Memintalah kepada Tuhan Yang Maha Memberi dan Maha Pemurah.
Memintalah kepada orang-orang yang Anda lihat dapat membantu mewujudkan keinginan Anda itu.
Sebelum meminta, BUATLAH DIRI ANDA PANTAS MENDAPATKAN APA YANG ANDA MINTA!
By Dendi Irfan
Memintalah kepada Tuhan Yang Maha Memberi dan Maha Pemurah.
Memintalah kepada orang-orang yang Anda lihat dapat membantu mewujudkan keinginan Anda itu.
Sebelum meminta, BUATLAH DIRI ANDA PANTAS MENDAPATKAN APA YANG ANDA MINTA!
By Dendi Irfan
Kamis, 22 Oktober 2009
Hakikat Kemanusiaan
Hakikat kemanusiaan adalah MEMILIKI hawa nafsu, bukan DIMILIKI oleh hawa nafsu.
By Dendi Irfan
By Dendi Irfan
Selasa, 20 Oktober 2009
Ilmu Adalah Cahaya
Ilmu adalah cahaya dan hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang hatinya bersih bercahaya. Ia tidak bisa dimiliki oleh orang-orang yang hatinya kotor.
Jumat, 16 Oktober 2009
Kesombongan Tersembunyi
Kesombongan tersembunyi ketika kita merasa "lebih saleh" dari orang lain karena bangga dengan amal yang kita lakukan.
Berhati-hatilah karena hal itu dapat merusak amalan kita di mata Allah.
Berhati-hatilah karena hal itu dapat merusak amalan kita di mata Allah.
Kamis, 15 Oktober 2009
Mewarnai Hari
Jika Anda memulai hari dengan bersedih, sepanjang hari Anda akan bersedih.
Jika Anda memulai hari dengan gembira, sepanjang hari Anda akan bergembira.
Jika Anda memulai hari dengan bersyukur atas karunia Allah, sepanjang hari Anda akan berlimpah karunia.
Jika Anda memulai hari dengan tidak bersyukur atas karunia Allah, sepanjang hari Anda hanya akan mendapat sedikit karunia.
Warna hari Anda ditentukan sejak Anda bangun tidur di pagi hari.
By Dendi Irfan
Jika Anda memulai hari dengan gembira, sepanjang hari Anda akan bergembira.
Jika Anda memulai hari dengan bersyukur atas karunia Allah, sepanjang hari Anda akan berlimpah karunia.
Jika Anda memulai hari dengan tidak bersyukur atas karunia Allah, sepanjang hari Anda hanya akan mendapat sedikit karunia.
Warna hari Anda ditentukan sejak Anda bangun tidur di pagi hari.
By Dendi Irfan
Rabu, 14 Oktober 2009
Allah Yang Maha Pemurah
Aku begitu mencintai-Mu dengan sederhana, namun Kau memberikan semua kebutuhanku tidak dengan sederhana.
By Dendi Irfan
By Dendi Irfan
Langganan:
Postingan (Atom)