Kamis, 04 September 2014

Ujian Amal Baik



Banyak manusia yang sadar atas fitnah atau ujian, hanya dari bentuk perbuatan dosa. Akan tetapi, tidak banyak manusia yang menyadari bahwa fitnah atau ujian juga banyak berbentuk perbuatan baik.

Manusia lebih mampu hati-hati dari perbuatan dosa, namun manusia sering tidak hati-hati dari perbuatan baik. Hanya orang-orang yang hatinya bersihlah yang mampu melihat ujian dari setiap amal baik yang dilakukan.

#Renungan dari al-Muhasibi, Adab an-Nufus

Rabu, 03 September 2014

Perbuatan Buruk, Tinggalkan!



Lebih utama bagi seseorang untuk meninggalkan perbuatan buruknya, sebelum ia mengejar untuk berbuat baik. Karena, sulit baginya untuk melakukan kebaikan selama kebiasaan buruknya masih menyertai.

#Renungan dari al-Muhasibi, Adab an-Nufus.

Selasa, 26 Agustus 2014

Akhlak yang baik

Akhlak yang baik adalah ruhnya keislaman seseorang. Jika akhlak baik telah hilang dari dirinya maka yang tersisa adalah sisi lahiriahnya saja. Karena itu, setiap ibadah yang dilakukannya tidak memiliki nilai di sisi Allah. Ibadah yang dilakukannya dinilai sebatas gerakan fisik saja.

Jadi, dalam diri setiap muslim harus selaras antara ibadah dan akhlak. Jika ia rajin beribadah, namun akhlaknya tidak baik maka ada yang salah dengan ibadahnya. Sebaliknya, jika ia memiliki akhlak yang baik, namun tidak beribadah, lalu kepada siapa dia menghamba?

#Renungan menjelang sore. Belajar dari khotib Jumat.

Jumat, 09 Mei 2014

Tak Perlu Mengkhawatirkan Rezeki

Jangan mengkhawatirkan rezekimu karena ia sudah ditetapkan oleh Yang Kuasa sejak kau diciptakan.
Rezeki akan selalu ada selama kau masih hidup di dunia ini.
Rezeki baru akan hilang saat kau sudah meninggalkan dunia ini.

Jadi, jangan kau cemaskan dengan pemecatan kerja, perniagaan yang gagal. Jangan kau beranggapan bahwa rezekimu tertutup. Ingatlah bahwa ia selalu menyertaimu selama kau hidup. Lekaslah segera kau bangkit. Jemput rezekimu di medan kehidupan yang lain; apakah pekerjaan baru, usaha baru, atau kesempatan-kesempatan baru.

Tetap tersenyumlah karena rezekimu sudah ada di sana, ia sedang menunggumu.

By: Dendi Irfan

Senin, 25 Maret 2013

Jangan Berputus Asa

Orang yang berputus asa melupakan kenikmatan yang dulu pernah ia nikmati. Juga melupakan bahwa setelah kesulitan ini akan datang kemudahan.
Orang yang berputus asa merasa bahwa kesulitan itu datang pada dirinya untuk selamanya, padahal tidak. Ingatlah bahwa setelah kesulitan itu akan ada kemudahan. Begitu janji Allah di dalam Al-Qur'an.
Hanya orang-orang yang tidak berimanlah yang berputus asa dari rahmat Allah.
Jadi, tetaplah berharap dan yakinlah bahwa pertolongan Allah itu pasti datang.
Tetaplah berkerja dan berkarya.
Teruslah shalat, berdoa, bersabar, dan ikhlas.
Tidak ada badai yang datang terus-menurus. Tidak ada hujan besar yang turun tak pernah henti. Semua pasti ada masanya untuk berhenti. Begitu juga dengan kesulitan kita. Dia akan berhenti. Lihatlah nanti, kita pasti akan tersenyum jika kita mengingat kejadian hari ini saat kita menghadapi masa-masa sulit.
Jadi, tersenyumlah dan ikhlas.

By Dendi Irfan