Senin, 27 April 2015

Pesan-Pesan Nabi saw. dalam Pendidikan Keimanan



Pendidikan keimanan merupakan hal pokok dan mendasar dalam pendidikan anak, baik moral maupun mental.  Tanpa pendidikan iman yang benar, seorang anak tidak akan memiliki rasa tanggung jawab, tidak memiliki sifat amanah, tidak mengetahui tujuan, tidak terwujud nilai kemanusiaan yang luhur, dan tidak bertindak dengan cara yang terpuji dan mulia. Sangat jelas bahwa ada hubungan yang kuat antara iman dan akhlak.
Dr. Abdullah Nashih Ulwan dalam buku Tarbiyatul Aulad mengungkapkan beberapa pesan Rasulullah saw. terkait pendidikan keimanan pada anak.
1.Membuka pendengaran anak dengan kalimat lâ ilâha illallâh (tiada Tuhan selain Allah).
Dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi saw. bersabda,
“Bukalah pendengaran anak kalian pertama kali dengan kalimat tiada Tuhan selain Allah (lâ ilâha illallâh).” (HR al-Hakim)
Itulah sebabnya, mengapa Islam menganjurkan untuk melantunkan azan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri, pada bayi yang baru lahir. Hikmahnya agar kalimat tauhid dan identitas bagi orang yang masuk Islam, menjadi sesuatu yang pertama kali didengar oleh bayi, yang pertama kali diucapkan, dan kata-kata yang ia terikat dengannya.

2.Mengenalkan hukum halal dan haram sejak kecil.
Ibnu Abbas r.a. berkata, “Bekerjalah dengat taat kepada Allah dan takutlah kepada maksiat. Ajarkan anak-anakmu untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Karena, semua itu akan mencegah kalian dari api neraka.”
Pengenalan halal-haram ini bertujuan agar anak terbiasa dengan perintah Allah, terbiasa menjauhi larangan Allah. Jika sejak kecil hingga usia balig anak sudah terbiasa dan memahami hukum halal-haram dengan baik, maka setelah itu dalam hidupnya ia hanya akan mengenal hukum dan undang-undang Islam. Dalam menilai baik atau tidaknya sesuatu, ia hanya akan memakai hukum-hukum Islam.

3.Memerintahkan untuk beribadah pada usia tujuh tahun.
Dari Abdullah bin Amr ibnul-Ash bahwa Nabi saw. bersabda,
“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat pada usia tujuh tahun. Pukul mereka jika tidak melaksanakannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkan ranjang-ranjang mereka.” (HR al-Hakim dan Abu Dawud)
Sebelum usia tujuh tahun, anak-anak diberi contoh dan keteladanan dalam shalat, namun ketika sudah menginjak usia tujuh tahun, ia sudah harus diperintahkan; dikawal terus untuk melaksanakan shalat. Menginjak usia sepuluh tahun, anak boleh dipukul jika malas atau menolak perintah shalat. Pukulan adalah cara terakhir, jika cara-cara lain tidak membuahkan hasil. Tidak boleh memukul dalam keadaan marah dan tidak memukul kepala, wajah, dada, serta perut.
Selain shalat, anak juga dilatih untuk berpuasa. Bisa selama beberapa hari yang ia mampu; sangat bagus jika ia mampu full selama sebulan Ramadhan. Latih anak untuk jujur; biarkan ia berbuka di tengah hari jika memang belum kuat, dan dilanjutkan hingga magrib setelah itu. Jangan sampai anak berbohong, mengatakan berpuasa, padahal di tengah hari ia berbuka secara sembunyi-sembunyi. Selain puasa, anak juga boleh dilatih beribadah haji atau umrah, jika orang tuanya mampu membiayai.
Perintah beribadah sejak umur tujuh tahun ini mempunyai rahasia agar anak dapat mempelajari hukum-hukum ibadah sejak kecil, terbiasa untuk melaksanakan dan menunaikannya sejak dini.

4.Mengajarkan untuk mencintai Rasulullah saw., keluarga beliau, dan membaca Al-Qur’an.
Dari Ali r.a. bahwa Nabi saw. bersabda,
"Didik anak-anakmu pada tiga hal: mencintai Nabi kalian, mencintai ahli bait (keluarga)nya, dan membaca Al-Qur'an, karena orang yang memelihara (memahami) Al-Qur'an, akan berada di bawah naungan singgasana Allah di hari yang tidak ada naungan setelah naungan-Nya, bersama para nabi-Nya, dan orang-orang suci-Nya. " (HR ath-Thabrani)
Bacakanlah kisah-kisah Nabi Muhammad saw., tentang keluarga beliau, kisah para sahabat, kisah-kisah bersejarah dalam Islam, kisah tokoh-tokoh umat Islam, juga kisah pertempuran dalam Islam.
Sa’ad bin Abi Waqash r.a. berkata, “Kami ajarkan kepada anak-anak kami kisah-kisah pertempuran Rasulullah saw., seperti halnya kami mengajarkan satu surah Al-Qur’an.”
Sahabat yang mulia itu sudah menjelaskan akan pentingnya pendidikan sirah bagi anak-anak. Bahkan menyandingkannya dengan pendidikan Al-Qur’an.

Sumber: Tarbiyatul Aulad; Pendidikan Anak dalam Islam
Penulis: Dr. Abdullah Nashih Ulwan
Penerbit: Khatulistiwa Press.

Buku BEST SELLER

Harga: Rp179.000,-
Beli di sini: diskon 20%: Rp143.200,-

Yang berminat dengan buku ini, silakan hubungi:
via wa: 081310459066 
Mention di @dendiirfan via twitter.
Inbox di facebook.com/dendi.irfan. 





Tarbiyatul Aulad; Abdullah Nashih Ulawan; ukuran: 19 x 26 cm2. Hardcover. Kertas HVS. Tebal 638 halaman.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar